Mubadalah.id - Ungkapan 'eling lan waspada' (sadar dan waspada) bagi orang Jawa umumnya sudah menjadi kearifan yang disebarkan secara lisan pada pada banyak generasi. Kesadaran dalam budaya timur, tidak hanya di Jawa, biasa diyakini sebagai hal yang sangat penting dalam aktualisasi diri seseorang, dalam memaknai eksistensi diri, yakni
Arti 'PUTRA WAYAH KAKI Apa artinya “ PUTRA WAYAH KAKI “ ?P = Purwa = PersembahanU = Urip = HidupT = Tanduro = TanamlahR = Rohanimu = RohanimuA = Asor lan adil = Rendah hati dan adil Artinya Pemulaannya adalah hidup. Hidup bisa tentram bahagia dan berkecukupan, apabila ada rohaninya. Rohani yang ditanamkan harus dengan rasa rendah hati dan penuh = Wani = BeraniA = Anggauahi = MelaksanakannyaY = Yudha papa = TirakatA = Antuk nugrahaning = Mendapatkan anugrahH = Hyang = TuhanK = Kuwajiban = KewajibanA = Anggayahi = Melaksanakan / MelindungiK = Kawula alit = Rakyat kecilI = indhenging Bawana = SeduniaAnak cucu Kaki, harus berani bersusah payah tetapi tidak harus menderita dan terlunta-lunta hingga pada akhirnya akan mendapatkan kebahagiaan dan menyembah / persembahan kepada Tuhan , ada 3 hal, yaitu 1. ingat den percaya. Ingat belum tentu percaya dan percaya belum tentu Orang yang sudah ingat dan percaya, seharusnya bisa pasrah dan berserah diri dengan tulus ikhlas kepada Orang yang sudah bisa pasrah dan berserah diri dengan tulus ikhlas seharusnya berbakti dengan sepenuh hati.
TINA(@felibite97) di TikTok | 17.1K Suka. 3.7K Penggemar. 🦋Be Happy🦋 Hanya untuk hiburan Yaa 😋 🏡wlingi jatim 🇮🇩 🏫Blitar patria
Ungkapan Aja Dumeh Eling lan Waspada adalah ungkapan yang tidak dapat dilepaskan dari tatanan kehidupan manusia, karena ketika manusia sedang berinteraksi ungkapan tersebut memiliki kontribusi yang kuat dalam menjaga integritas buku ini, "ojo dumeh, eling lan waspodo" di dalam mengarungi hidup dan kehidupan agar selama dalam perjalanan mengarungi 'lautan' kehidupan dapat selamat dan sampai tujuan dengan sejahtera dan MENGUPASJika 'dionceki" atau dikupas satu persatu dari "Ojo dumeh, eling lan waspodo", maka kata pertama yakni "Ojo Dumeh" terdiri dari dua kata yaitu "Ojo" dan "dumeh".Ojo, dalam bahasa Indonesia berati Jangan atau tidak boleh. Kata pertama ini dinyatakan untuk manusia secara tegas dan lugas yakni OJO yang dalam bahasa Indonesia berari JANGAN, apa makna dalamnya?.Manusia itu tempat bersemayamnya "lali"-[lupa-Bhs. Indonesia]. "Manungsa itu kadunungan lali", Manusia itu suka lupa [lupa diri, lupa daratan, lupa asal-usul, lupa sejarahnya, atau lupa yang lain. Disamping itu pula manusia itu cenderung tergoda oleh hawa nafsu duniawi, munusia itu suka pada "Aji Mumpung", yakni aji mumpung yang bercitarasa buruk/negatif. Maka OJO, adalah ikon pengendali, agar manusia itu tidak larut dalam ranah duniawi, yang dilingkungi nafsu-nafsu yang duniawi sudah sangat mendominasi tata pola kehidupan kita, dan pada hakikatnya apa yang tersaji di dunia ini adalah karena kuasa Ilahi, siapa saja yang mampu mengendalikan diri, tentunya akan mendapat sesuatu yang bermanfaat. Ojo berarti memberikan kendali kepada kita, untuk tidak lupa diri selalu bercermin diri atau instropeksi. Ketika Ojo sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita, maka kita akan "Waskito", arief dan bijaksana DUMEH atau dupeh atau dalam bahasa Indonesia kira-kira berarti "mentang-mentang". Jadi "Ojo dumeh" berarti JANGAN "eling lan waspodo", di bentangkan oleh buku ini tergapai jika "ojo dumeh" sudah terintegrasikan didalam diri manusia. "eling lan waspodo" itu, tidak pernah hadir tanpa di modali oleh perilaku yang "Ojo dumeh".Data BukuJUDUL Trisila Kejawen Menguak Misteri Ojo Dumeh, Eling lan WaspodoPENULIS Tjaroko HP Teguh PanotoPENERBIT Kuntul Press. Jl. Gombang [depan Puskesmas], Tirtoadi, Mlati, Sleman, 978-979-16502-7-4TEBAL 118 halaman 14 x 20 cmCETAKAN I- 2009CatatanMaaf jika dinarasikan sekelumit, sebenarnya makna yang tersirat dalam kata "OJO DUMEH ELING LAN WASPODO" ini sangat dalam, dengan membaca buku ini sangat memungkin kita dapat memahami secara luas]
aga merinding) krn ane tau itu bau MG yg lewat. trus kita makan lupain bau itu. (jam pm) pas lagi makan istri ane bilang itu di genteng tetangga depan ada gorilla/monyet lg duduk, trus pindah. ke tengah.(kebetulan istri doang yg bs liat,ane kaga bs) trus dia berdiri bilang lagi itu di pohon mangga sebelah rumah juga ada mbak kun
Tags ghost, ghosts, boo, boos, lame, thumbs down, unhappy, disapprove, disapproval, sassy, sheet, spirit, funny, silly, cute, scary, halloween, spooky, white, black, vector, nope, dumb, obinsun, hydro, horror, boo ghost, ghost boo, undead, dead, spooky season
Satuyang sering terlupa, penerapan konsep Tri Hita Karana sebenarnya sangat potensial untuk menjawab pertanyaan tersebut.Tri Hita Karana berasal dari bahasa Sanskerta. Secara etimologis, Tri Hita Karana tersusun atas kata “Tri” yang berarti tiga, “Hita” yang berarti sejahtera atau bahagia, dan “Karana” yang berarti sebab atau penyebab.
Presiden Joko Widodo kembali menyoroti krisis yang menghantui dunia, dan meminta Indonesia untuk mewaspadai beberapa krisis yang saat ini terjadi secara global, dari krisis kesehatan karena pandemi Covid-19, hingga perekonomian dunia yang masih belum pulih. Kondisi ini semakin buruk dengan munculnya perang di Ukraina yang menyebabkan krisis pangan, energi, dan itu, Jokowi mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dalam segala hal. “Kita harus selalu eling lan waspodo, harus ingat dan waspada. Kita harus selalu cermat dalam bertindak, kita harus selalu hati-hati dalam melangkah,” kata Jokowi dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI dan Pidato Kenegaraan Presiden, Selasa 16/8.Mantan gubernur DKI Jakarta ini kemudian menegaskan bahwa lima agenda besar bangsa tidak boleh berhenti, meski sedang terjadi krisis global. Agenda tersebut adalah hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam, optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau, serta memperkuat perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi rakyat. Selain itu, mendukung UMKM agar naik kelas, dan menjaga keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara."Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu, mendukung agenda besar bagi pencapaian Indonesia Maju. Dengan komitmen dan kerja keras, dengan inovasi dan kreativitas," tutur eling lan waspodo ini berasal dari petuah ajaran Jawa berupa norma agar memiliki moral baik. Melansir laman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DPAD Jogjakarta, petuah ini termasuk dalam trisila Kejawen yaitu ojo dumeh, eling, lan pertama, yakni ojo dumeh melarang penganutnya bersifat dumeh. Maksud dumeh adalah suatu keadaan kejiwaan yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu selagi ia berkuasa. “Sedangkan eling lan waspada berarti dalam segala perbuatan dan tindakan, harus selalu ingat dan waspada demi keselamatan,” tulis Center of Excellence di laman DPAD Jogjakarta. Di sisi lain, Jokowi menyebut bahwa Indonesia masuk ke dalam negara yang mampu menghadapi krisis multisektor global. Ada tiga indikator yang disebutkan Jokowi, pertama, Indonesia masuk dalam negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Ini ditunjukkan dari vaksinasi Covid-19 terbanyak di dunia, dengan jumlah 432 juta dosis vaksin yang sudah diterima rakyat inflasi Indonesia berhasil dipertahankan pada kisaran 4,9%. Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN di angka 7%, serta angka inflasi negara maju. Kemudian ketiga, APBN berada pada posisi surplus Rp 106 triliun hingga pertengahan 2022. Pemerintah pun telah memberi subsidi BBM, LPG, dan listrik senilai Rp 502 triliun, agar harga BBM di masyarakat tidak melonjak pertumbuhan ekonomi yang menorehkan hasil positif 5,44% pada kuartal II 2022. Neraca perdagangan pun surplus selama 27 bulan berturut-turut. Bahkan, mencapai Rp 364 triliun pada paruh pertama 2022. “Capaian tersebut patut kita syukuri. Fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah perekonomian dunia yang sedang bergolak. Di satu sisi, kita memang harus tetap waspada dan harus tetap hati-hati,” kata Jokowi.
Dg mangkane ojo ngersulo. ojo nesu nesu sayangku ojo dumeh dumeh cintaku. semar ngejowantah mbabar jati diri: Dengan "ojo dumeh, eling lan waspodo", maka dalam bahasa jawa disebutkan. Kaos Semar Ojo Dumeh Alle Shop from lulut ojo dumeh bisa dimaknai sebagai refleksi yang secara filosofi mengarahkan
Nothing matches your search for "Ojo Dumeh Eling Lan Waspodo T-Shirts".Don't give up! Check your spelling, clear some filters or try something for youTags memes, meme, funny, lol, aesthetic, vsco, aesthetics, jesus, religious, memesticker, lmao, christian, tiktok, tik tok jesus i saw that meme StickerBy maeveh7Tags cat, kitten, possum, skunk, raccoon, trash panda, retro, 80s, animals, pets, cute, cuddly, rainbow, vintage, kitteh, kitty, opossum, wild, nature, lol, hillary white, white rabbit, wytrab8, hillarywhiterabbit, street cats, support street cats, support your local street cats, gang, cool, rad Street Cats Essential T-ShirtBy Hillary WhiteTags overthink, let me overthink this, anxiety, anxious, funny, worry, introvert, overthinking, overthinker, introverts, for introverts, introverted, typography, humour, self deprecating humour, quote, quotes, dead pan Hang on. Let me overthink this. Classic T-ShirtBy chestifyTags ghost, ghosts, boo, boos, lame, thumbs down, unhappy, disapprove, disapproval, sassy, sheet, spirit, funny, silly, cute, scary, halloween, spooky, white, black, vector, nope, dumb, obinsun, hydro, horror, boo ghost, ghost boo, undead, dead, spooky season Ghost Of Disapproval Classic T-ShirtBy obinsunTags shark, funny, nostalgia, 80s, 70s, retro, vintage, activities, swimming, beach, horror, snorkelling, ocean, steven rhodes Stay Positive Classic T-ShirtBy Steven RhodesTags bones, botany, skeleton, plants, animals, bats, flowers, fungus, traditional art, marker, death, life, skeletons, skull, bone, spider, bees, cottagecore Bones and Botany Classic T-ShirtBy E MossTags flowers, book, reading, flower, plant, growth, life, love, nice, learn, knowledge flowers growing from book StickerBy andilynnfTags meme, rickroll, rick astley, never gonna give you up, qr code, qr, dank meme, dank memes, vsco, aesthetic, black and white, b and w, b w, trend, trendy, hydro, cute, funny, prank rickroll qr code sticker StickerBy x-murphyarts-x
Trisilakejawen : Menguak misteri dari ojo dumeh, eling lan waspodo DI Yogyakarta 29 Maret, 2017 3510 view Posted By diy_nasrulw; jogja, yogyakarta, jogjakarta; Call Number : COE 181.19822 Tja T. No. Inventaris : 2901-PD/B.14. Pengarang : Tjaraka HP Teguh Pranoto
HURUF JAWA DAN TAFSIRANNYAHA = HABARIRA SEJATINE WAHANANING HYANG. MANUNGSA IKU JEJER UTUSANING GUSTI KANG MURBENG DUMADI ARTINYA Adanya kita sesungguhnya ciptaan-Nya manusia itu sebagai utusan Gusti Kang Murbeng Dumadi NA = NADYA ORA KASAT MATA MESTHI HANA. GUSTI KANG MURBENG DUMADI ASIFAT LAYU KAYAFU ARTINYA Meskipun tak terlihat mata, pasti ada. Gusti Kang Murbeng Dumadi bersifat ada/wujud CA = CAREMING HYANG YEKTI TAN CETHA WINECA. GUSTI KANG MURBENG DUMADI ANGLIPUTI KABEH CIPTA- NE ARTINYA Ciptaan YANG MAHA KUASA tidak dapat diramal. Gusti Kang Murbeng Dumadi meliputi semua ciptaan-Nya RA = RASAKNA CAKETA LAN HANGGANIRA. MLEBU WETUNING NAPAS ING SABEN WEKTU ARTINYA Rasakanlah kedekatan-Nya dengan badan jasmanimu. Keluar masuknya nafas disetiap saat KA = KAWRUHANA YWA KONGSI KURANG WEWOKA. KAWRUHE KASEBUT TATANING PANEMBAH ARTINYA Ketahuilah jangan sampai kurang waspada Pengetahuannya disebut TATANING PANEMBAH DA = DADI SASAR YEN SIRA ORA WASPADA. TATA-TITIS-PUTUS MARANG KAWRUH PRAKARA GUSTI KANG MURBENG DUMADI UTAWA THEOLOGI-THEOSUFI ARTINYA Menjadi tersesat jika engkau tidak waspad. Tata – tepat – putus - terhadap pengetahuan – pengetahuan tentang Gusti Kang Murbeng Dumadi TA = TAMATNA PRABANE HYANG SUNG SASMITA. ANGEN-ANGEN CIPTA –SIR LAN OSIH KANG DUMUNING ING JIWANING MANUNGSA ARTINYA Resapilah dan heningkan cahaya Tuhan yang penuh dengan perlambang. Angan – Angan, pikiran, dan kehendak yang bersemayam dijiwa manusia SA = SASMITANE KANG KONGSI BISA KARASA. TANSAH SYUKUR MARANG PEPARINGAN GUSTI KANG MURBENG DUMADI ARTINYA Perlambang yang sampai bias dirasakan. Selalu bersyukur pada pemberian Gusti Kang Murbeng Dumadi WA = WASPADAKNA WEWADI KANG SIRA GAWA. MANUNGSA KASERENAN SIFATING GUSTI KANG MURBENG DUMADI ARTINYA Waspadalah pada rahasia yang engkau bawa. Manusia memiliki sifat Gusti Kang Murbeng Dumadi LA = LALEKNA YEN SIRA TUMEKANING LALIS. PASRAH – SUMELEH – SUMARAH MARANG GUSTI KANG MURBENG DUMADI ARTINYA Lupakan jika datang matimu. Pasrah – berserah – menyerahkan diri pada Gusti Kang Murbeng Dumadi PA = PATI SASAR TAN WUS MANGGYA PAPA. SUPAYA BISA NGGAYUH PATI PATITIS KUDU NGERTI MARANG KAWRUH, SANGKAN PARANING DUMADI ARTINYA Kematian yang sesat tidak akan mendapatkan apa – apa. Agar bisa mencapai kematian sempurna harus memahami pengetahuan asal – usul DHA = DHASAR BEDA LAN WUS KALIS ING GODHA. MANUNGSA WUS JEJER MANUNG GALING KAWULA MARANG GUSTI ORA BAKAL KALUT GEBYARING KADONYAN ARTINYA Dasarnya berbeda dan telah jauh dari godaan. Manusia yang telah dekat dengan TUHAN tidak akan hanyut tergoda oleh indahnya / nikmatnya duniawi JA = JANGKANE MUNG JINAK JENJEMING JIWANYA. NGGAYUH MARANG KASIDAN JATI / PATI PATITIS ARTINYA Yang dicita –citakan hanya ketentraman dan kedamaian jiwanya. mengharap kepada kesempurnaan jiwa sukmaya / kematian sejati YA = YITNANA LIYEP LUYUTING PRALAYA. NGRACUTA YEN SIRA LAGI SEKARAT ARTINYA Hati – hatilah menghadapi kematian. Ikhlaskanlah jika telah sekarat NYA = NYATA SUNYA NYEYET LABATING KADONYAN. MATI IKU ORA ANA SESAMBUNGE KARO KADONYAN ARTINYA ;Nyata – nyata sepi setelah kehidupan duniawi. Mati itu tidak ada hubungannya dengan kehidupan duniawi MA = MADYENG NGALAM PARANTUNAN HAYWA SAMAR. ASAL SAKA GUSTI KANG MURBENG DUMADI BALI MARANG GUSTI KANG MURBENG DUMADI / KASIDAN JATI ARTINYA Di tengah – tengah alam penantian jangan ragu – ragu. Berasal dari Gusti Kanhg Murbeng Dumadi kembali pada Gusti Knag murbeng Dumadi / kematian yang sempurna GA = GAYUHANE TANNA LIYAN MUNG KANG SARWA HARGA. ORA ANA GEGAYUHAN KANG LUHUR DHEWE KAJABA MUNG KASIDAN JATI ARTINYA Keinginan tidak lain hanyalah yang serba luhur / tinggi. Tiada keinginan yang luhur kecuali kematian yang sempurna BA = BALI MURBA WISESA NJERO JABA. MANUNGGAL SAWIJI MARANG GUSTI KANG MURBENG DUMADI ARTINYA Kembali menguasai luar dalam. Bersatu kembali kepada Gusti Kang Murbeng Dumadi THA = THUKULE WIDADARJA TEBIK NISTHA. NGUNDHUH AYEM – TENTREM – LANGGENG ARTINYA Tumbuhnya pengetahuan yang baik, jauh dari kenistaan. Menuai kedamainan – ketentraman – keabadian NGA = NGARAH – ARAH HING REH MARDI – MARDININGRAT TANSAHA KULINA NGELELATIH SUPAYA BISA TEMUJU MARANG KAWASKITHAN ARTINYA Menuju ke jalan di jagad ini. Selalulah terbiasa berlatih agar dapat menuju pada KAWASKITHAN
Mohonmaaf apabila yg salah tulis dll, al fakir ini akan slalu ingat dengan petuah orang2 tua dulu yg penuh makna dan masih sangat relevan dgn kondisi sekarang “OJO DUMEH DULUR, NGONO YO NGONO TAPI YO OJO NGONO, LAN KUDU TANSAH ELING LAN WASPODO”.semoga kita semua saling mendo’akan untuk kebaikan. Wassalam *****
Eling itu sadar sebagai fungsi tertinggi dari angan2,dimana bayangan maya sudah mulai tersingkirkan layaknya embun yg dibias sinar mentari pagi………. Pada tahun 1980an, TVRI pada acara mimbar kepercayaan terhadap Tuhan YME. Pembicaranya sering menyebut kata ELING sehingga banyak yang menyebut nama beliau pak Eling, karena sering banget menyebut kata eling… hehehehehe ELING & WASPADA !!!!!!! Dua buah kata yang berisi pesan-pesan mendalam dan dianggap sakral. Namun tidak setiap orang mengerti secara jelas apa yang dimaksud kedua istilah tersebut. Sebagian yang lain hanya sekedar tahu saja namun kurang memahami makna yang tepat dan tersirat di dalamnya. Perlu kiranya mengulas sedikit uraian agar supaya mudah dipahami dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi pada saat bumi sedang bergolak banyak bencana dan musibah seperti saat ini. Keselamatan umat manusia tergantung sejauh mana ia bisa menghayati kedua peringatan tersebut dalam kehidupan sehari. Sikap eling ini meliputi pemahaman asal usul dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan. ELING DIMENSI KETUHANAN 1. Eling atau ingat, maksudnya ingat asal usul kita. Dari Tuhan dicipta melalui bapak dan ibu karena kehendak Tuhan sangkaning dumadi. Pemahaman ini mengajak kita untuk menyadari bahwa tak ada cara untuk tidak mengingkari penyebab adanya diri kita saat ini yakni Tuhan God. Jadi orang harus tahu dan sadar diri untuk selalu manembah kepada Hyang Mahakuasa. . 2. Eling maksudnya kita harus menjalani kehidupan didunia ini sebagai syarat utama yang menentukan kemuliaaan kita hidup di alam kelanggengan nantinya, di mana menjadi tempat tujuan kita ada di bumi paraning dumadi. Manembah bukan hanya dalam batas sembah raga, namun lebih utama mempraktekan sikap manembah tersebut dalam pergaulan sehari-hari kehidupan bermasyarakat. ELING DIMENSI KEMANUSIAAN 1. Keutamaan untuk eling sebagai manusia yang hidup bersama dan berdampingan sesama makhluk Tuhan. Instrospeksi atau mawas diri sebagai modal utama dalam pergaulan yang menjunjung tinggi perilaku utama lakutama yakni budi pekerti luhur, atau mulat laku kautamaning bebrayan. Dengan melakukan perenungan diri, eling dari mana dan siapa kita punya, kita menjadi, kita berhasil, kita sukses. Kita tidak boleh “ngilang-ilangke” atau menghilangkan jejak dan tidak menghargai jasa baik orang lain kepada kita. Sebaliknya, eling sangkan paraning dumadi, berarti kita dituntut untuk bisa niteni kabecikaning liyan. Mengerti dan memahami kebaikan orang lain kepada kita. Bukan sebaliknya, selalu menghitung-hitung jasa baik kita kepada orang lain. Jika kita ingat dari mana asal muasal kesuksesan kita saat ini, kita akan selalu termotifasi untuk membalas jasa baik orang lain pernah lakukan. Sebab, hutang budi merupakan hutang paling berat. Jika kita kesulitan membalas budi kepada orang yang sama, balasan itu bisa kita teruskan kepada orang-orang lain. Artinya kita melakukan kebaikan yang sama kepada orang lainnya secara berkesinambungan. 2. Eling bermakna sebagai pedoman tapa ngrame, melakukan kebaikan tanpa pamrih. Tidak hanya itu saja, kebaikan yang pernah kita lakukan seyogyanya dilupakan, dikubur dalam-dalam dari ingatan kita. Dalam pepatah disebutkan,” kebaikan orang lain tulislah di atas batu, dan tulislah di atas tanah kebaikan yang pernah kamu lakukan”. Kebaikan orang lain kepada diri kita “ditulis di atas batu” agar tidak mudah terhapus dari ingatan. Sebaliknya kebaikan kita “ditulis di atas tanah” agar mudah terhapus dari ingatan kita. 3. Eling siapa diri kita untuk tujuan jangan sampai bersikap sombong atau takabur. Selalu mawas diri atau mulat sarira adalah cara untuk mengenali kelemahan dan kekurangan diri pribadi dan menahan diri untuk tidak menyerang kelemahan orang lain. Sebaliknya selalu berbuat yang menentramkan suasana terhadap sesama manusia. Selagi menghadapi situasi yang tidak mengenakkan hati, dihadapi dengan mulat laku satrianing tanah Jawi ; tidak benci jika dicaci, tidak tidak gila jika dipuji, teguh hati, dan sabar walaupun kehilangan. WASPADA 1. Waspada akan hal-hal yang bisa menjadi penyebab diri kita menjadi hina dan celaka. Hina dan celakanya manusia bukan tanpa sebab. Semua itu sebagai akibat dari sebab yang pernah manusia lakukan sendiri sebelumnya. Hukum sebab akibat ini disebut pula hukum karma. Manusia tidak akan luput dari hukum karma, dan hukum karma cepat atau lambat pasti akan berlangsung. Sikap waspada dimaksudkan untuk menghindari segala perbuatan negatif destruktif yang mengakibatkan kita mendapatkan balasannya menjadi hina, celaka dan menderita. Misalnya perbuatan menghina, mencelakai, merusak dan menganiaya terhadap sesama manusia, makhluk, maupun lingkungan alam. 2. Waspada, atas ucapan, sikap dan perbuatan kita yang kasat mata yang bisa mencelakai sesama manusia, makhluk lain, dan lingkungan alam. 3. Waspada terhadap apapun yang bisa menghambat kemuliaan hidup terutama mewaspadai diri sendiri dalam getaran-getaran halus. Meliputi solah perilaku badan dan bawa perilaku batin. Getaran nafsu negatif yang kasar maupun yang lembut. Mewaspadai apakah yang kita rasakan dan inginkan merupakan osiking sukma gejolak rahsa sejati yang suci ataukah osiking raga gejolak nafsu ragawi yang kotor dan negatif. Mewaspadai diri sendiri berati kita harus bertempur melawan kekuatan negatif dalam diri. Yang menebar aura buruk berupa nafsu untuk cari menangnya sendiri, butuhnya sendiri egois, benernya sendiri. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus mewaspadai diri pribadi dari nafsu mentang-mentang yang memiliki kecenderungan eksploitasi dan penindasan adigang, adigung, adiguna. Dan nafsu aji mumpung ing ngarsa mumpung kuasa, ing madya nggawe rekasa, tutwuri nyilakani. 4. Waspada dalam arti cermat membaca bahasa alam nggayuh kawicaksananing Gusti. Bahasa alam merupakan perlambang apa yang menjadi kehendak Tuhan. Bencana alam bagaikan perangkap ikan. Hanya ikan-ikan yang selalu eling dan waspada yang akan selamat. 5. Esensi dari sikap eling dan waspada adalah berfikir, berucap, bersikap, bertindak, berbuat dalam interaksi dengan sesama manusia, seluruh makhluk, dan lingkungan alam dengan sikap keluhuran budi, arif dan bijaksana. Mendasari semua itu dengan “agama universal” yakni cinta kasih sayang berlimpah. Menjalani kehidupan ini dengan kaidah-kaidah kebaikan seperti tersebut di atas, diperlukan untuk menghindari hukum karma hukum sebab-akibat yang buruk, dan sebaliknya mengoptimalkan “hukum karma” yang baik. Hukum karma, misalnya seperti terdapat dalam ungkapan peribahasa ; sing sapa nggawe bakal nganggo, siapa menanam akan mengetam, barang siapa menabur angin akan menuai badai. Dalam kondisi alam bergolak, hukum karma akan mudah terwujud dan menimpa siapapun. Kecuali orang-orang yang selalu eling dan waspada. Karena kebaikan-kebaikan yang pernah anda lakukan kepada sesama, kepada semua makhluk, dan lingkungan alam sekitar, akan menjadi PAGAR GAIB yang sejati bagi diri anda sendiri. Memang itulah eling lan waspada, eling marang Gusti lan waspada marang awake dhewe, ingat kepada Tuhan dimanapun kapanpun dan sedang apapun ketika tidur duduk berdiri lebih2 ketika sakaratul maut, waspada terhadap diri sendiri dari setan yg paling halus atau sombong juga setan yg paling kasar yaitu manusia yg kesetanan….semoga ini bisa membuat sedulur2 utk lebih bisa mulat sarira satunggal sari rasa tunggal Eling marang KESADARAN akan suara-Kehendak URIP yang selama ini selalu MENGGENDHONG Raga kita kemana-mana. Eling menowo kito kedah TETEKEN URIP ing samubarang tumindak. Waspada marang GODA RENCONO kehendak RAGA yang selalu penuh TIPU DOYO kang TANPO KENAL TUWUK lan SEMARAH anggene Nggayuh KEMELIKAN DONYA BRONO. Terkait dengan ini, kita juga harus senantiasa melatih diri kita agar hati kita terbuka, untuk mengenal lebih baik diri sejati kita, agar dapat menggunakan “hati nurani” kita, yang merupakan anugrah yang luar biasa dari Tuhan kepada manusia. Hati nurani inilah yang sering disebut sebagai Percikan Illahi, Guru Sejati, sumber segala ilmu dan informasi yang jauh lebih hebat dari intuisi dan otak yang terbaik sekalipun. Akhir kata, eling dan waspada keduanya dapat dicapai secara sempurna, hanya melalui proses pembelajaran dalam rangka mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Melalui latihan hati, memurnikan hati dengan membuang semua ego dan emosi negatif kita, yang menjadi kunci utama hubungan kita kepada Tuhan. Dan selalu berdoa kepada-Nya, sehingga kita dapat mengenal Diri Sejati kita, kita dapat menggunakan “hati nurani” kita yang merupakan Guru Sejati kita, yang akan memberi informasi terbaik bagi kita, yang jauh lebih hebat dari intuisi dan otak yang terbaik sekalipun. Suket godhong kayu watu bledheg cahya Kutu2 walang antaga Werjit cacing kang arupa gemremet Kang anak2 tanpa laki Kang gilig tanpa ngglintiri Kang manis tanpa nggulani Kabeh kang kumetip kang kesamadan dening Dzating Urip Dadya pangayomanku Sumber Kompasiana
. 2ueows0tpa.pages.dev/2322ueows0tpa.pages.dev/212ueows0tpa.pages.dev/3672ueows0tpa.pages.dev/2492ueows0tpa.pages.dev/1632ueows0tpa.pages.dev/3642ueows0tpa.pages.dev/3012ueows0tpa.pages.dev/1422ueows0tpa.pages.dev/54
arti ojo dumeh eling lan waspodo