Pemberianpakan kakap putih dicoba 2 kali satu hari ialah pada pagi serta sore hari dengan dosis pakan 8- 10% botol total tubuh/hari. Tipe pakan yang diberikan ialah ikan rucah ( trash fish). Konversi pakan yang dipakai yakni 6: 1 dalam makna buat menciptakan 1 kilogram daging dibutuhkan pakan 6 kilogram. Benih kakap putih untuk budidaya diperoleh dari penangkapan di alam dan pembenihan di hatchn. Benih kakap putih tersedia di BBRPBL Gondol-Bali dan BBPBL Lampung. Benih kakap putih juga sudah dapat diproduksi oleh HSRT di Gondol-Bali dan Lampung. Namun demikian, produksi benih belum mampu memenuhi kebutuhan. Karena itu, perbudi daya kakap putih di Riau mendatangkan benih kakap putih dari Malaysia. PEMELIHARAAN KAKAP PUTIH DI TAMBAKPemeliharaan kakap putih untuk menghasilkan ikan konsumsi gr/ekor, membutuhkan waktu yang cukup lama, 10-12 bulan. Oleh karena itu, untuk menjaga mutu air dan kemudahan pengelolaan, maka perlu diterapkan pemeliharaan secara bertahap. Pemeliharaan sistem pentahapan atau biasa disebut sistem modular dilakukan dalam tiga tahap/fase, yaitu tahap pendederan, penggelondongan/pembesaran awal dan pembesaran akhir/ demikian, satu unit tambak pemeliharaan kakap putih mem butuhkan 3-4 petak yang terdiri dari petak pendederan, petak penggelondongan petak pembesaran, dan petak tandon air. Luas ideal petak pemeliharaan adalah petak pendederan 300-400 m2 petak penggelon dongan 500-1000 m2, dan petak pembesaran m2. 1. PendederanPendederan adalah kegiatan memelihara kakap putih dari ukuran 3-4 cm dengan bobot rata-rata 1,2 g atau dari ukuran 5-7 cm dengan bobot 4-8 gr/ekor. Benih kakap putih ukuran tersebut dipelihara hingga mencapai kakap putih muda berukuran 20-30 gr/ekor. Padat penebarannya, yaitu untuk benih ukuran 23 cm ditebar dengan kepadatan 20-30 ekor/m2 sedangkan untuk benih ukuran 5-7 cm ditebar sebanyak 10-20 ekor/ yang ditebar harus sehat. Benih yang sehat biasanya berwarna cerah, lincah aktif, nafsu makan tinggi dan tidak cacat pada sirip, sisik maupun bagian tubuh lain. Sebelum ditebar ke dalam tambak, benih didesinfektan terlebih dahulu agar kondisi benih selalu sehat. Desinfektan dilakukan dengan cara merendam benih ke dalam larutan formalin dosis 15-25 ppm sekitar 1 sendok makan per 250-400 liter air selama 1/2-1 pendederan ikan diberikan pakan berupa ikan rucah minced E, udang jambret atau pelet. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 10-15% dari total bobot badan ikan atau diberikan sampai ikan kenyang ad libitum yang ditandai dengan ikan tidak menyambar lagi makanan. Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore berupa ikan rucah harus dikeluarkan dari duri keras dan dipotong kecil-kecil disesuaikan dengan ukuran mulut ikan. Untuk mengurangi kanibalisme, dasar tambak dilengkapi shelter pelindung yang terbuat dari potongan pipa PVC berukuran besar. Selain sebagai shelter pipa PVC juga berfungsi sebagai tempat persembunyian ikan. Dengan bersembunyinya ikan tersebut, berarti besarnya energi yang diperlukan untuk bergerak akan menurun dan dengan demikian memungkinkan ikan untuk menjadi semakin besar dengan lebih cepat. Sementara itu. ke dalaman air di dalam tambak dipertahankan antara 80-100 cm. Setiap hari dilakukan pergantian air di dalam tambak sebanyak 10-15%.Pendederan dilakukan 2-3 bulan tergantung dari ukuran benih awal yang ditebar. Untuk benih yang saat ditebar berukuran 5-7 cm atau bobot 4-8 gr/ekor setelah dipelihara 3 bulan mencapai ukuran 25-40 gr/ekor bahkan ada yang mencapai 45 gr/ekor. Selanjutnya dilakukan penggelon dongan. 2. PenggelondonganTahap-tahap penggelondongan atau pembesaran awal di tambak tidak berbeda dengan pendederan. Padat penebaran diturunkan sesuai dengan ukuran benih. Benih berukuran 25-40 gr/ekor ditebar ke tambak dengan kepadatan 4-5 ekor/m2. Pemberian pakan 10-15% dari total bobot badan ikan dengan frekuensi 3 kali sehari pagi, siang dan sore hari. Kedalaman air tambak 100 cm. Sedangkan untuk menjaga kualitas air, setiap han dilakukan pergantian air di dalam tambak sebanyak 10-15%. Setelah dipelihara 23 bulan, maka ikan akan mencapai ukuran 50-70 gr/ekor atau mencapai panjang 14-16 cm. Bila ikan diberi pakan berupa ikan rucah, maka perlu diberi tambahan vitamin seminggu sekali yang diberikan bersama pakan. Vitamin yang digunakan adalah Amolovit dengan dosis 1 g/kg pakan dan Probiotik 1-2 co/kg pakan. Sedangkan bila diberi pakan buatan berupa pelet maka kandungan proteinnya antara 43-50%. Kandungan protein tersebut menghasilkan pertumbuhan yang cukup baik. Sebagai ikan karnivora dan pemangsa, kakap putih mempunyai kebiasaan makan dengan cara menyambar pakan yang diberikan. Setelah kenyang. pakan yang ditebar tidak lagi disambar. Pada kondisi ini pemberian pakan dihentikan untuk mencegah kelebihan pakan sehingga penurunan kualitas air akibat pembusukan kelebihan pakan dapat dihindari. Kakap putih juga mempunyai naluri menunggu pakan yang akan diberikan pada waktu pemberian pakan. Kondisi ini dengan terlihat adanya kakap putih yang muncul ke permukaan pada jam pemberian pakan. Oleh karena itu pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada jam yang sama setiap hari. Hal ini akan memudahkan pendugaan terhadap jumlah populasi maupun kebiasaan ikan itu sendiri. 3. PembesaranPembesaran dilakukan untuk menghasilkan kakap putih ukuran konsumsi. gr/ekor. Lama waktu pembesaran antara 6-7 bulan. Padat penebaran diturunkan cukup 1-2 ekor/m2 untuk benih berukuran 50-70 gr/ekor atau mencapai panjang 14-16 cm. Untuk tambak yang dikelola secara intensif padat penebaran dapat ditingkatkan hingga 4-5 ekor/m2 atau ekor/ pembesaran kakap putih diberikan pakan berupa ikan rucah atau pelet sebanyak 4-10% dari total bobot badan ikan dengan frekuensi 2 kali sehari, pagi dan sore hari. Walaupun demikian pemberian pakan harus selalu mengamati kondisi makan ikan bila ikan telah berhenti menyambar makanan berarti ikan telah kenyang, dan pemberian pakan dihentikan. Dalam tahap pembesaran ini, bila ikan budi daya diberi pakan ikan rucah, maka dapat ditambahkan vitamin yang diberikan seminggu sekali dengan cara dicampurkan pada pakan. Kedalaman air tambak 100-150 cm. Setiap hari dilakukan pergantian air di dalam tambak sebanyak 10 15%.Pada tahap pembesaran dapat dilakukan penebaran campuran polikultur dengan ikan nila Oreochromis nilotica atau mujair O mossambica. Namun, penebaran nila atau mujair bukan dimaksudkan untuk memproduksi ikan konsumsi, melainkan sebagai pakan kakap putih. Mujair dan nila dikenal sebagai ikan tukang kawin, sehingga dengan cepat bernakpinak di dalam tambak. Sebelum benih kakap ditebar, terlebih dahulu ditebar ikan nila atau mujair dewasa dengan kepadatan ekor/ha jantan dan betina. Kakap putih ukuran gelondongan ditebar 1 bulan kemudian setelah di dalam tambak terlihat banyak anak ikan nila atau mujair. Ikan kakap akan memangsa nila dan mujair di dalam tambak sebagai pakan. Bila tambak ditebari nila atau mujair, maka sekitar 2 bulan kakap putih tidak perlu diberikan pakan. Pada bulan ke-3 atau bila di dalam tambak jumlah ikan nila atau mujair sudah sedikit pemberian pakan dapat dilakukan.
ManfaatBudidaya Jenis Ikan Hias, Perawatan dan Tanaman Aquascape, pemancingan, pelabuhan, perawatan, perikanan Cara Budidaya Kakap Putih di Jaring Apung Jenis-Jenis Pakan Lobster Air Tawar Terbaik Untuk Usaha. February 11, 2022. Jenis dan tipe bentuk tubuh ikan. February 11, 2022
Budidaya Ikan Kakap PutihPemilihan LokasiSarana Dan Alat BudidayaOprasional Budidaya Indonesia memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk usaha budidaya ikan, namun usaha budidaya ikan kakap belum banyak berkembang, sedangkan di beberapa negara seperti Malaysia, Thailand dan Singapura, usaha budidaya ikan kakap dalam jaring apung floating net cage di laut telah berkembang. Ikan Kakap Putih Lates calcarifer, Bloch atau lebih dikenal dengan nama seabass/Baramundi merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Produksi ikan kakap di indonesia sebagian besar masih dihasilkan dari penangkapan di laut, dan hanya beberapa saja diantarannya yang telah di hasilkan dari usah pemeliharaan budidaya. Salah satu faktor selama ini yang menghambat perkembangan usaha budidaya ikan kakap di indonesia adalah masih sulitnya pengadaan benih secara kontinyu dalam jumlah yang cukup. Untuk mengatasi masalah benih, Balai Budidaya Laut Lampung bekerja sama dengan FAO/UNDP melalui Seafarming Development Project INS/81/008 dalam upaya untuk memproduksi benih kakap putih secara massal. Pada bulan April 1987 kakap putih telah berhasil dipijahkan ddengan rangsangan hormon, namun demikian belum diikuti dengan keberhasilan dalam pemeliharaan larva. Baru pada awal 1989 kakap putih dengan sukses telah dapat dipelihara larvanya secara massal di hatchery Balai Budidaya Lampung. Budidaya Ikan Mujair Dalam upaya pengembangan budidaya ikan kakap putih di indonesia, telah dikeluarkan Paket Teknologi Budidaya Kakap Putih di Karamba Jaring Apung melalui rekomendasi Ditjen Perikanan No. IK. 330/D2. 10876/93K, yang dilanjutkan dengan Pembuatan Petunjuk Teknis Paket Teknologi. Ikan kakap putih adalah ikan yang mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam Euryhaline dan merupakan ikan katadromous dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut. Sifat-sifat inilah yang menyebabkan ikan kakap putih dapat dibudidayakan di laut, tambak maupun air tawar. Pada beberapa daerah di Indonesia ikan kakap putih dikenal dengan beberapa nama seperti pelak, petakan, cabek, cabik Jawa Tengah dan Jawa Timur, dubit tekong Madura, talungtar, pica-pica, kaca-kaca Sulawesi. Ikan kakap putih termasuk dalam famili Centroponidae, secara lengkap taksonominya adalah sbb Phillum Chordata Sub phillum Vertebrata Klas Pisces Subclas Teleostei Ordo Percomorphi Famili Centroponidae Genus Lates Species Lates calcarifer Block Ciri-ciri morfologis antara lain adalah Badan memanjang, gepeng dan batang sirip ekor Pada waktu masih burayak umur 1 ~ 3 bulan warnanya gelap dan setelah menjadi gelondongan umur 3 ~ 5 bulan warnanya terang dengan bagian punggung berwarna coklat kebiru-biruan yang selanjutnya berubah menjadi keabu-abuan dengan sirip berwarna abu-abu Mata berwarna merah Mulut lebar, sedikit serong dengan geligi halus. Bagian atas penutup insang terdapat lubang kuping Sirip punggung berjari-jari keras 3 dan lemah 7 ~ 8. Sedangkan bentuk sirip ekor 13 Cara Budidaya Lele Sangkuriang Bagi Pemula Kolam Tanah & Tembok Pemilihan Lokasi Sebelum kegiatan budidaya dilakukan terlebih dahulu diadakan pemilihan lolkasi. Pemilihan lokasi yang tepat akan menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan kakap putih. Secara umum lokasi yang baik untuk kegiatan usaha budidya ikan di laut adalah daerah perairan teluk, lagoon dan perairan pantai yang terletak diantara dua buah pulau selat. Beberapa persyaratan teknis yang harus di penuhi untuk lokasi budidaya ikan kakap putih di laut adalah Perairan pantai/ laut yang terlindung dari angin dan gelombang Kedalaman air yang baik untuk pertumbuhan ikan kakap putih berkisar antara 5 ~ 7 Pergerakan air yang cukup baik dengan kecepatan arus 20-40 cm/detik. Kadar garam 27 ~ 32 ppt, suhu air 28 ~ 30 0C dan oksigen terlarut 7 ~ 8 ppm Benih mudah Bebas dari pencemaran dan mudah Tenaga kerja cukup tersedia dan Sarana Dan Alat Budidaya Sarana dan Alat Pemeliharaan ikan kakap di laut umumnya dilakukan dalam keramba jaring apung floating net cage dengan metoda operasional secara mono kultur. Secara garis besar keramba jaring apung terdiri dari beberapa bagian yaitu Jaring Jaring terbuat dari bahan Bahan Jaring PE 210 D/18 dengan ukuran lebar mata 1 ~ 1,25”, guna untuk menjaga jangan sampai ada ikan peliharaan yang lolos Ukuran 3 m x 3 m x 3 m 1 Unit Pembesaran 6 jaring 4 terpasang dan 2 jaring cadangan Kerangka/Rakit Kerangkan berfungsi sebagai tempat peletakan Bahan Bambu atau kayu Ukuran 8 m x 8 m Pelampung Pelampung berpungsi untuk mengapungkan seluruh sarana budidaya atau barang lain yang diperlukan untuk kepentingan pengelolaan Jenis Drum Volume 120 liter Jumlah 9 Jangkar Agar seluruh sarana budidaya tidak bergeser dari tempatnya akibat pengaruh angin, gelombang digunakan Jenis yang dipakai Besi atau beton 40 kg. Jumlah 4 buah Panjang tali Minimal 1,5 kali ke dalam air Ukuran benih yang akan Dipelihara 50-75 gram/ekor Pakan yang digunakan ikan rucah Perahu Jukung Peralatan lain ember,serok ikan, keranjang, gunting Penyakit Ikan Nila Konstruksi wadah pemeliharaan Gambar 1. Kerangka Rakit Perakitan karamba jaring bisa dilakukan di darat dengan terlebih dahulu dilakukan pembuatan kerangka rakit sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Keangkan ditempatkan di lokasi budidaya yang telah direntukan dan agar tetap pada tempatnya tidak terbawa arus diberi jangkar sebanyak 4 buah. Jaring apung apa yang telah dibuat berbentuk bujur sangkar pada kerangka rakit dengan cara mengikat keempat sudut kerangka. Cara pengikatan jaring dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Cara Mengikat Jaring Untuk membuat jaring agar berbentuk bujur sangkar, maka pada sudut bagian bawah jaring diberi pemberat seperti pada gambar 3 di bawah ini. Gambar 3. Jaring Berbentuk Bujur Sangkar Cara Budidaya Sidat Untuk dapat mengikat bambu/kayu dengan mudah dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 4. Pelampung Diikatkan pada Bambu/Kerangka Rakit Oprasional Budidaya Metode Pemeliharaan Benih ikan yang sudah mencapai ukuran 50-70 gram/ekor dari hasil pendederan atau hatchery, selanjutnya dipelikara dalam kurungan yang telah disiapkan. Penebaran benih ke dalam karamba/jaring apung dilakukan pada kegiatan sore hari dengan adaptasi terlebih dahulu. Padat penebaran yang ditetapkan adalah 50 ekor/m3 volume air. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan takaran pakan 8-10% botol total badan perhari. Jenis pakan yang diberikan adalah ikan rucah trash fish. Konversi pakan yang digunakan adlah 61 dalam arti untuk menghasilkan 1 kg daging diperlukan pakan 6 kg. Selama periode pemeliharan yaitu 5-6 bulan, dilakukan pembersihan kotoran yang menempel pada jaring, yang disebabkan oleh teritif, algae, kerang-kerangan dll. Penempelan organisme sangat menggangu pertukaran air dan menyebabkan kurungan bertambah berat. Pembersihan kotoran dilakukan secara periodik paing sedikit 1 bulan sekali dilakukan secara berkala atau bisa juga tergantung kepada banyak sedikitnya organisme yang menempel. Penempelan oleh algae dapat ditanggulangi dengan memasukkan beberapa ekor ikan herbivora Siganus sp. ke dalam kurungan agar dapat memakan algae tersebut. Pembersihan kurungan dapat dilakukan dengan cara menyikat atau menyemprot dengan air bertekanan tinggi. Selain pengelolaan terhadap sarana /jaring, pengelolaan terhadap ikan peliharaan juga termasuk kegiatan pemeliharaan yang harus dilakukan. Setiap hari dilakukan pengontrolan terhadap ikan peliharaan secara berkala, guna untuk menghindari sifat kanibalisme atau kerusakan fisik pada ikan. Disamping itu juga untuk menghindari terjadinya pertumbuhan yang tidak seragam karena adanya persaingan dalam mendapatkan makanan. Budidaya Ikan Kerapu Penggolongan ukuran grading harus dilakukan bila dari hasil pengontrolan terlihat ukuran ikan yang tidak seragam. Dalam melakukan pengontrolan, perlu dihindari jangan sampai terjadi stress. Panen Lama pemeliharan mulai dari awal penebaran sampai mencapai ukuran ±500 gram/ekor diperlikan waktu 5-6 bulan. Dengan tingkat kelulusan hidup/survival rate sebesar 90% akan didapat produksi sebesar kg/unit/periode budidaya. Pemanenan dilakukan dengan cara mengangkat jaring keluar rakit, kemudian dilakukan penyerokan. Penyakit Publikasi tentang penyakit yang menyerang ikan-ikan yang dibudidayakan di laut seperti ikan kakap putih belum banyak dijumpai. Ikan kakap putih ini termasuk diantara jenis-jenis ikan teleostei. Ikan jenis ini sering kali diserang virus, bakteri dan jamur. Gejala-gejala ikan yang terserang penyakit antara lain adalah, kurang nafsu makan, kelainan tingkah laku, kelainan bentuk tubuh dll. Tindakan yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi penyakit ini adalah menghentikan pemberian pakan terhadap ikan dan menggantinya dengan jenis yang lain; memisahkan ikan yang terserang penyakit, serta mengurangi kepadatan; memberikan obat sesuai dengan dosis yang telah Analisa Usaha 1 Tahun 2 Periode Budidaya Biaya Investasi Karamba jaring apung 1 unit Perahu jukung 1 unit Peralatan budidaya Jumlah 1 Rp. Biaya Operasional Benih 2 x ekor x Rp 200,- Rp. Pakan 2 x kg x Rp 250,- Rp. Tenaga kerja 2 orang x 1 x 6 buah x Rp. Jumlah 2 Rp. Jumlah biaya 1+2 Rp. + Rp Rp. Pendapatan 2 x kg x Rp Rp. Selisih pendapatan dan biaya total4-3 Rp. Penyusutan 50% x Rp Rp. Laba sebelum pajak 5-6 Catatan Harga yang dipergunakan merupakan harga di Lampung tahun 1992/1993, Perhitungan tidak menggunakan dana dari bank. Demikian penjelasan artikel diatas tentang Budidaya Ikan Kakap – Analisa, Perbedaan, Penyakit, Pakan, Tambak semoga bisa bermanfaat bagi pembaca setia
Budidayaikan kakap merupakan salah satu jenis budidaya yang bisa memberikan keuntungan besar sekaligus tidak terlalu sulit dalam urusan Toko Pancing LanggengPancing, 0821 383 01234, Toko Pancing, Grosir Pancing Solo, Alat pancing
Lauk kakap putih merupakan salah satu jenis ikan yang menjadi aset akuakultur laut yang terkemuka di Indonesia. Dewasa ini kegiatan budidaya lauk kakap zakiah menjadi riuk suatu bisnis yang menjanjikan bikin ditekuni. Cara budidaya kakap putih yang tergolong sederhana dengan memperhatikan beberapa hal yang dapat menunjang keberhasilan budidaya kakap putih tanpa proses yang sulit. Prinsip Budidaya Kakap Putih Ikan kakap putih ialah salah satu biota laut yang pas banyak peminatnya. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi awam, ikan kakap ceria sekali lagi memberikan potensi keuntungan yang bertambah besar untuk mereka yang berkecimpung pada budidaya ikan. Berikut ini merupakan kaidah budidaya kakap masif nan perlu Engkau tahu. 1. Pemilihan Lokasi Pelecok suatu cara budidaya kakap sejati yaitu memilih lokasi nan tepat dan sesuai dengan habitat kakap sejati. Budidaya kakap putih lumrah berlokasi di empang yang bebas mulai sejak banjir dan pencemaran limbah entah itu dari sampah rumah panjang sampai limbah pabrik yang dapat mengganggu pertumbuhan kakap putih. Ikan kakap putih sangat sekata gemuk di tambak yang memiliki asal kapling liat. Baca jugaFarm Barramundi Berkapasitas 10 mili Ton di Bali Sambut Kerjasama Plonco 2. Mempersiapkan Kondisi Bendungan Pada budidaya kakap putih kondisi kolam pun harus dipersiapkan guna membentur pertumbuhan kakap dengan hasil yang diinginkan. Dengan mengatur tingkat salinitas, suhu hingga pH pada air sesuai dengan yang diharapkan. Cara yang digunakan ialah dengan proses pengeringan, pengapuran dasar hendaknya pH tanah stabil dan pemupukan. Selain air nan diperhatikan, konstruksi tambak juga harus diperhatikan. Petakan balong harus dalam keadaan yang kuat sehingga mampu menampung lauk kakap safi sampai tahap panen seputar 6 sampai dengan 1 rembulan. Maksimal osean petakan pada tambak yaitu meter dengan kedalaman 1 setakat 1,5 meter. 3. Mempersiapkan Benih Memilih semen yang bermutu baik adalah pelecok suatu cara budidaya kakap ceria yang harus Sira bikin. Dengan mengidas bibit yang baik dapat meminimalisir kegeruhan yang disebabkan benih nan adv minim. Pemilahan mani ikan kakap putih yang unggul sebelum ditebarkan boleh dilihat dari fisik dan memiliki respon yang cepat. Dari ciri-ciri di atas dapat menunjukkan bahwa benih ikan kakap dalam keadaan yang sehat. Baca jugaInovasi Polikultur Kakap Putih dan Ebi Windu Perigi Pendapatan Baru Peladang Tradisional di Kabupaten Pinrang Ukuran yang siap dijadikan benih ikan kakap tahir yaitu nan berukuran 2 sampai dengan 4 cm. Sebelum benih dimasukkan lega tambak, terlebih dahulu didiamkan di keramba apung untuk beradaptasi minimal 60 tahun hingga hingga ke ukuran 5-10 cm dan siap dilepaskan di tambak sampai siap dipanen. 4. Pemberian Pakan Pemberian pakan buat kakap putih yaitu dengan memberikan ikan segar dengan protein yang tinggi. Selain memperalat ikan basah, kakap salih dapat diberikan pakan berupa pelet. Hidayah pakan kakap putih juga harus diperhatikan beralaskan usia, memberikan pakan patut plong suatu titik tertentu dan diberikan berantara terbatas. Memberikan pakan kakap putih harus teratur dan sehari 2 barangkali yaitu pagi dan sore. 5. Preservasi Pemeliharaan kakap putih harus demap dipantau sesuai dengan kebutuhan. Pastikan air dalam keadaan segar dan tukar air 10 % mulai sejak total volume tambak setiap hari. Jangan sampai air pada tambak terlalu resah alias sebaliknya, keadaan ini akan berpengaruh pada nafsu bersantap kakak ceria. Baca juga Implementasikan Teknologi Polikultur Iwak Kakap Putih dan Moluska Bau kencur 6. Penanganan Problem Penanganan ki kesulitan merupakan salah suatu preventif Sira cak bagi mengalami kemalangan. Dengan meminimalisir kakap bersih terserang penyakit Anda harus mampu mengetahui gerak-gerik dan gejala yang ditunjukkan oleh lauk. Salah satu gejala yang ditunjukkan merupakan menurunnya nafsu makan, awak ikan kakap pucat dan balgam nan dihasilkan meningkat. Keadaan ini dapat dicegah dengan penanganan tadinya ialah mengerjakan perendaman lauk intern air mansukh maksimal 15 menit atau Sira dapat menggunakan formalin kurang lebih 30 menit. 7. Perian Penuaian Tahun panen yang dibutuhkan untuk iwak kakap ceria yaitu 5 sampai dengan 7 bulan. Namun dimensi kakap putih yang sudah siap penuaian dapat disesuaikan dengan ukuran nan menjadi tuntutan pasar umumnya 0,5 kg sampai dengan 0,75 kg per ekor. Demikian informasi bikin Beliau tentang cara budidaya kakap putih. Semoga dengan artikel di atas dapat membusut wawasan bakal Anda yang sudah menjalankan dagang budidaya kakap putih atau untuk Anda yang baru tetapi akan terjun pada bisnis budidaya kakap kalis. Semoga informasi yang telah disajikan dapat menaik pengetahuan bagi Anda semua. Terima kasih. Sumur Star Farm International
Ikanpemangsa (predator) ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubaban tingkat kadar garam lingkungan (eurihalin). Namun, ikan ini dapat pula tumbuh dan hidup di perairan tawar. Oleh karena itu, ikan kakap putih dapat dipelihara, baik di lingkungan air laut, payau maupun tawar. Suhu optimum bagi pertumbuhannya berkisar 27-30 derjat
Apakah Anda ingin memelihara ikan kakap putih sebagai bisnis budidaya? Bila iya, Anda bisa mempelajari panduan cara budidaya ikan kakap putih di artikel ini. Simak artikel ini hingga akhir. Ikan Kakap Putih Indonesia punya potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk usaha / bisnis budidaya ikan. Namun usaha pemeliharaan ikan kakap putih Lates calcalifer, Bloch belum banyak berkembang. Sedangkan di beberapa negara usaha budidaya ikan kakap dalam jaring apung floating net cage di laut telah berkembang. Seperti negara Malaysia, Thailand, dan Singapura. Ikan Kakap Putih atau lebih dikenal dengan nama seabass / Baramundi merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis. Baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri ataupun luar negeri ekspor. Sebagian besar produksi ikan kakap di Indonesia masih dihasilkan dari penangkapan di laut. Dan hanya beberapa saja di antarannya yang sudah dihasilkan dari usaha pemeliharaan budidaya. Selama ini ada berbagai hal yang menghambat perkembangan usaha budidaya ikan kakap putih di Indonesia. Salah satunya adalah masih sulitnya pengadaan benih secara kontinyu dalam jumlah yang cukup. Untuk mengatasi masalah benih ikan kakap, Balai Budidaya Laut Lampung bekerja sama dengan FAO/UNDP. Kerjasama tersebut melalui Seafarming Development Project INS/81/008 dalam upaya untuk memproduksi benih kakap putih secara massal. Pada bulan April 1987 kakap putih telah berhasil dipijahkan dengan rangsangan hormone. Tapi demikian belum diikuti dengan kesuksesan dalam pemeliharaan larva. Baru pada awal 1989 kakap putih dengan sukses sudah bisa dipelihara larvanya secara massal di hatchery Balai Budidaya Lampung. Dalam upaya pengembangan budidaya ikan kakap putih di Indonesia, sudah dikeluarkan paket caranya. Yaitu Paket Teknologi Budidaya Kakap Putih di Karamba Jaring Apung. Paket tersebut melalui rekomendasi Ditjen Perikanan No. IK. 330/D2. 10876/93K. Kemudian dilanjutkan dengan Pembuatan Petunjuk Teknis Paket Teknologi. Jenis Ikan Kakap Ikan kakap putih merupakan ikan yang memiliki toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam Euryhaline. Ikan ini juga merupakan ikan katadromous yaitu ikan yang dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut. Karena sifat-sifat itulah sehingga ikan kakap putih bisa dibudidayakan di laut, tambak ataupun air tawar. Pada beberapa daerah yang ada di Indonesia, ikan kakap putih memiliki berbagai nama seperti pelak, petakan, cabek, cabik di Jawa Tengah dan Jawa Timur dubit tekong di Madura talungtar, pica-pica, kaca-kaca di Sulawesi Ikan kakap putih masuk dalam keluarga atau famili Centroponidae. Untuk taksonomi secara lengkap dari ikan kakap putih yaitu sebagai berikut Phillum Chordata Sub phillum Vertebrata Klas Pisces Subclas Teleostei Ordo Percomorphi Famili Centroponidae Genus Lates Species Lates calcarifer Block Ciri-ciri morfologis antara lain adalah Badan memanjang dan gepeng Batang sirip ekor lebar Warna Pada waktu masih anakan / burayak usia 1 – 3 bulan warnanya gelap Setelah jadi gelondongan usia 3 – 5 bulan warnanya terang dengan bagian punggung berwarna coklat kebiru-biruan Selanjutnya akan berubah jadi keabu-abuan dengan sirip berwarna abu-abu gelap Matanya berwarna merah cemerlang Mulut lebar dan sedikit serong dengan geligi halus Bagian atas penutup insang ada lubang kuping bergerigi Sirip punggung berjari-jari keras 3 lemah 7 – 8 Bentuk sirip ekor bulat Pemilihan Lokasi Budidaya Sebelum menjalankan aktivitas budidaya / pemeliharaan dilakukan lebih dulu diadakan pemilihan lokasi. Karena pemilihan lokasi yang tepat akan menentukan kesuksesan usaha budidaya ikan kakap putih. Secara umum lokasi yang baik untuk usaha budidaya kakap putih di laut yaitu daerah perairan teluk, lagoon, dan perairan pantai yang letaknya ada di antara 2 pulau selat. Berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi untuk lokasi budidaya ikan kakap putih di laut yaitu Perairan yang terlindung dari angin dan gelombang baikitu di pantai atau laut Kedalaman air yang baik untuk perkembangan ikan kakap putih yaitu berkisar antara 5 – 7 meter Pergerakan air yang memiliki kecepatan arus 20 – 40 cm/detik Kandungan dalam air Kadar garam 27 – 32 ppt Suhu air 28 – 30 oC Oksigen terlarut 7 – 8 ppm Benih ikan kakap putih mudah didapat Bebas dari pencemaran Mudah dijangkau Tenaga kerja cukup tersedia dan terampil Panduan Pemeliharaan Ikan Kakap Putih Berikut panduan teknis budidaya ikan kakap putih yang perlu Anda ketahui bila ingin menjalankan bisnis budidaya A. Sarana dan Prasarana Budidaya Untuk sarana dan prasarana atau alat budidaya ikan kakap putih yaitu sebagai berikut a. Sarana dan Alat Pemeliharaan ikan kakap di laut biasanya dilakukan di dalam keramba jaring apung floating net cage. Budidaya ikan kakap putih ini dilakukan dengan metoda operasional secara mono kultur. Secara garis besar floating net cage terdiri dari beberapa bagian yakni 1. Jaring Jaring dengan spesifikasi Bahan Jaring PE 210 D/18 ukuran lebar mata 1 – 1,25”. Hal ini untuk menjaga jangan sampai ada ikan budidaya yang lolos keluar. Ukuran 3 x 3 x 3 meter m. 1 Unit Pembesaran 6 jaring terdiri dari 4 terpasang dan 2 jaring cadangan. 2. Kerangka / Rakit Kerangkan berfungsi sebagai tempat peletakan kurungan, dengan spesifikasi Bahan bambu atau kayu. Ukuran 8 x 8 meter m. 3. Pelampung Pelampung berfungsi untuk mengapungkan seluruh sarana atau barang lain yang dibutuhkan untuk kepentingan budidaya / pengelolaan. Untuk spesifikasinya yaitu Jenis drum volume 120 liter. Jumlah 9 buah. 4. Jangkar Jangkar berguna supaya seluruh sarana budidaya tak bergeser dari tempatnya karena pengaruh angina atau gelombang. Untuk spesifikasinya yaitu Jenis yang digunakan besi atau beton sebesar 40 kg. Jumlah 4 buah. Panjang tali minimal 1,5 kali. 5. Sarana dan prasarana lainnya Ukuran benih yang akan dibudidaya yaitu 50 – 75 gr/ekor. Pakan yang dipakai yaitu ikan rucah. Perahu yakni jukung. Peralatan lain seperti ember, serok ikan, keranjang, gunting, b. Konstruksi Wadah Pemeliharaan Perakitan karamba jaring untuk budidaya ikan kakap putih bisa dilakukan di darat. Dengan lebih dulu dilakukan pembuatan kerangka rakit sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan. Kerangka ditempatkan di lokasi yang sudah direntukan. Dan supaya tetap pada tempatnya tak terbawa arus diberi jangkar sebanyak 4 buah. Jaring apung yang sudah dibuat berbentuk bujur sangkar pada kerangka rakit dengan cara mengikat keempat sudut kerangka. Untuk membuat jaring supaya berbentuk bujur sangkar, maka pada sudut bagian bawah jaring diberi pemberat. Untuk mengikat bambu atau kayu dengan mudah bisa dilihat pada gambar atas. B. Operasional Budidaya Sedangkan untuk operasional budidaya ikan kakap putih yaitu sebagai berikut a. Metode Pemeliharaan Benih ikan untuk budidaya ikan kakap putih yang sudah mencapai ukuran 50 – 70 gram/ekor dari hasil pendederan atau hatchery. Kemudian benih ikan dipelihara dalam kurungan yang sudah disiapkan. Penebaran benih ke dalam karamba atau jaring apung dilakukan pada kegiatan sore hari dengan adaptasi lebih dulu. Padat penebaran yang ditetapkan yaitu 50 ekor/m3 volume air. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan takaran pakan 8 – 10% botol total badan perhari. Jenis pakan yang diberikan yaitu ikan rucah atau trash fish. Konversi pakan yang dipakai adalah 61. Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging dibutuhkan pakan 6 kg. Selama periode pemeliharan yakni 5 – 6 bulan, dilakukan pembersihan kotoran yang menempel pada jarring. Kotoran ini bisa disebabkan oleh teritif, algae, kerang-kerangan dll. Penempelan organisme tersebut sangat mengganggu pertukaran air dan mengakibatkan kurungan bertambah berat. Pembersihan kotoran ikan dilakukan secara periodik paling sedikit 1 bulan sekali secara berkala. Atau bisa juga dengan sistem lain bergantung pada banyak sedikitnya organisme yang menempel. Penempelan oleh algae bisa ditanggulangi dengan memasukkan beberapa ekor ikan herbivora seperti Siganus sp. ke dalam kurungan. Hal ini agar dapat memakan algae tersebut. Pembersihan kurungan bisa Anda lakukan dengan cara menyikat, menyemprot dengan air bertekanan tinggi. Selain pengelolaan terhadap sarana budidaya, pengelolaan terhadap ikan peliharaan pun termasuk kegiatan pemeliharaan yang perlu dilakukan. Setiap hari Anda lakukan pengontrolan terhadap ikan peliharaan dalam waktu tertentu secara berkala. Hal tersebut untuk menghindari sifat kanibalisme, kerusakan fisik pada ikan, dll. Selain itu untuk menghindari terjadinya pertumbuhan yang tak seragam. Karena adanya persaingan dalam memperoleh makanan. Penggolongan ukuran atau grading harus dilakukan jika dari hasil pengontrolan terlihat ukuran ikan yang tak seragam. Dalam melakukan pengontrolan, Anda perlu menghindari terjadinya stress pada ikan. b. Panen Ikan Kakap Putih Lama pemeliharan dalam budidaya ikan kakap putih diperlukan waktu 5 – 6 bulan. Waktu tersebut dibutuhkan mulai dari awal penebaran sampai mencapai ukuran ±500 gram/ekor. Dengan tingkat kelulusan hidup / survival rate sebesar 90% akan didapat produksi sebesar kg/unit/periode budidaya. Pemanenan budidaya ikan ini dilakukan dengan cara mengangkat jaring keluar rakit. Lalu dilakukan penyerokan. c. Penyakit Ikan Kakap Putih Publikasi mengenai penyakit yang menyerang budidaya ikan kakap putih belum banyak dijumpai. Ikan kakap putih ini termasuk di antara beberapa jenis ikan teleostei. Namun ikan jenis ini sering kali diserang oleh virus, bakteri dan jamur. Beberapa gejala ikan yang terserang penyakit antara lain kurang nafsu makan, kelainan tingkah laku, kelainan bentuk tubuh, dll. Tindakan yang bisa dilakukan dalam mengantisipasi penyakit dari ikan budidaya ini yaitu Menghentikan pemberian pakan terhadap ikan yang terkena penyakit lalu menggantinya dengan jenis yang lain. Memisahkan ikan yang terserang penyakit kemudian mengurangi kepadatan Memberikan obat untuk ikan yang terserang penyakit sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Analisa Usaha Budidaya Ikan Kakap Putih Berikut contoh analisa atau perhitungan usaha budidaya ikan kakap putih dalam waktu 1 tahun 2 periode budidaya Biaya Investasi Karamba jaring apung 1 unit Rp Perahu jukung 1 unit Rp Peralatan budidaya Rp Jumlah biaya investasi Rp Biaya Operasional Benih 2 x ekor x Rp 200 Rp Pakan 2 x kg x Rp 250 Rp Tenaga kerja 2 orang x 1 x 6 buah x Rp Rp Jumlah biaya operasional Rp Jumlah biaya Rp Pendapatan 2 x kg x Rp Rp Laba Sebelum Penyusutan Selisih pendapatan dan biaya total Rp Setelah Penyusutan Rp Catatan Penyusutan 50% x Rp = Rp Harga yang dipakai ini berdasarkan tahun 1992/1993 di Lampung Perhitungan tidak menggunakan dana dari bank Demikian informasi terkait dengan Cara Budidaya Ikan Kakap Putih paling mudah bagi Pemula, semoga post ini membantu Anda. Tolong postingan panduan budidaya ikan laut ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat. Referensi Menjadi Pengusaha Agribisnis Sukses
Kaliini, KKP hadirkan Pelatihan Pembesaran Ikan Air Tawar bagi Masyarakat Perikanan di Kabupaten Cilacap pada 22-23 Mei 2021. Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal, pelatihan diikuti oleh 100 orang peserta yang merupakan pembudidaya ikan di Kabupaten Cilacap. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, pelatihan

Terdengar aneh kan,, ikan air asin kok dipelihara di air tawar, ya namanya ikan kakap putih kok bisa,,??? ikan kakap putih adalah jenis ikan yang sangat toleran dengan salinitas atau bahasa kerennya EURYHALINE maksudnya adalah ketika lingkungan hidupnya atau habitat alamnya terjadi perubahan salinitas dari tinggi ke rendah atau sebaliknya, ikan tersebut akan lebih tahan dan cendrung terbiasa, biasanya jenis ikan yang sangat toleran dengan perubahan salinitas adalah ikan yang biasa hidup dimuara salah satunya adalah kakap putih, penasaran kan,,? ini hasil dari penelitian saya sendiri lokasi penelitian di wilayah Kalimantan Barat yang notabene wilayahnya terdapat banyak muara sungai. dan diwilayah tersebut banyak sekali ikan kakap putih yang dari alam atau bukan yang dibudidayakan, itu salah satu indikator bahwa di wilayah tersebut sangat cocok untuk budidaya ikan kakap putih. baiklah mari kita bahas satu persatu. PERSIAPAN LAHAN Sesuai judul dari artikel yang saya tulis kali ini adalah pemeliharaan ikan kakap putih di air tawar, maka kita perlu mepersiapkan lahan adapun lahan yang pertama kali kita siapkan adalah lahan untuk pendederan atau penggelondongan, karena bibit yang akan saya bahas disini adalah bibit hasil penetasan dari hatchery air asin yang berukuran 0,8-1 cm, kolam pendederan atau penggelondongan idealnya berukuran 5 x 10 m2 dengan tingkat kepadatan tebar 120ekor/m2 kedalaman 40cm dan airnya harus tawar lo ya jangan asin, jangan lupa sebelum bibit dimasukan kedalam kolam pendederan terlebih dahulu siapkan pakan alaminya dengan melakukan pemupukan pada kolam pendederan tersebut min 7 hari sebelum bibit dimasukan. Persiapan lahan yang kedua adalah kolam pembesaran baik berupa kolam beton, kolam tanah, atau keramba jaring tancap, amupun keramba jaring apung, dengan tingkat kepadatan 4 ekor/m2 untuk kolam tanah semi intensif 6ekor/m2 untuk intensif dan 3ekor/m2 untuk kolam tanah tradisional, saya sarankan untuk melakukan budidaya di kolam tanah atau keramba jaring apung atau jaring tancap untuk menekan biaya produksi, kalau pelihara dikolam beton tentu akan memakan biaya yang sangat lumayan, luas lahan untuk pemeliharaan idealnya adalah 10 x 60 m2 untuk kolam tanah, sedangkan untuk keramba jaring idealnya 5x8m2 dengan masing-masing kedalaman 100 s/d 150 cm, perlu diperhatikan bahwa semakin padat jumlah tebar semakin intensif pemeliharaan dalam artian perlu penanganan dan manajemen pengelolaan air dan pakan yang tepat supaya hasilnya maksimal. PERSIAPAN BIBIT Bibit yang berkualitas akan menentukan hasil panen kita, jadi dalam memilih bibit harus sangat selektif jangan sampai segala persiapan kita menjadi sia-sia gara-gara bibit yang kurang berkualitas, bibit yang saya maksud adalah hasil penetasan dari hatchery air asin, lalu bagaimana penanganan kita sementara kita akan membudidayakan di air tawar, perlu langkah penyesuaian terlebih dahulu atau proses aklimatisasi dari air asin ke air tawar, biasanya bibit yang datang dari hatchery kadar salinitasnya 28 s/d 30 ppt, bagai mana caranya supaya salinitasnya mendekati nol tapi bibit tetap hidup, pertama siapkan wadah atau akuarium berukuran 40x80cm isi dengan air asin, kita bisa menggunakan garam non yodium untuk menjadikan air tawar menjadi asin, tambahkan airator masukan bibit kedalam akuarium atau bak fiber dengan menambahkan sedikit demi sedikit air tawar, proses dilakukan selama 1x24jam sampai air yang diakuarium atau bak fiber menjadi tawar, lakukan proses tersebut dengan perlahan setelah berhasil lakukan pemindahan dengan segera ke kolam pendederan atau penggelondongan, lakukan dengan perlahan dan hati-hati. PROSES PENGGELONDONGAN pada proses ini biasanya kita hanya perlu memantau secara seksama hari demi hari kondisi bibit dengan mengamati pada siang dan malam hari, biasanya pada malam hari akan lebih mudah, pada hari ke 3 kita bisa menambahkan pelet yang halus untuk memberi pakan tambahan, proses penggelondongan memakan waktu 10 s/d 18 hari dengan asumsi pertumbuhan 7hari 1cm ingat lo ya karena ikan kakap putih jenis ikan yang kanibal pada ukuran 0,8 s/d maka harus dilakukan pengamatan yang cukup berkala, setelah 18 hari ukuran bibit berkisar di 3-4cm dan sudah siap untuk dipindahkan ke kolam pembesaran, lakukan sortir terlebih dahulu sebelum masuk kekolam pembesaran. PROSES PEMBESARAN DAN PEMBERIAN PAKAN Pembesaran dikeramba jaring apung atau tancap ukuran jaring bisa disesuaikan dengan ukuran ikan sedangkan dikolam tanah bibit bisa langsung dimasukan, grading atau seleksi ukuran akan lebih intensif dilakukan pada pemeliharaan di jaring apung atau jaring tancap, sedangkan untuk kolam tanah cukup sekali saja. untuk panen di ukuran 300gr bisa memakan waktu pemeliharaan selama 4-5bulan, sedangkan untuk ukuran 500gr s/d 1kg memakan waktu pemeliharaan selama 13bulan. pakan yang diberikan berupa pelet atau ikan rucah. selamat mencoba...

BudidayaIkan Kakap Air Tawar. infoakuakultur; March 16, 1973; Budidaya Kakap Merah Di Air Payau Cara Budidaya Ikan Kakap. Teknik Budidaya Ikan Kakap Putih Dengan Tepat Belajar Beternak. Teknik Budidaya Ikan Kakap Putih Dengan Tepat Belajar Beternak. Budidaya Ikan Kakap Merah Pabrik Waring Sayur Waring Ikan. Mancing Kakap Putih Jangan
Ikan kakap putih merupakan salah satu jenis ikan yang menjadi asset akuakultur laut yang terkemuka di Indonesia. Dewasa ini kegiatan budidaya ikan kakap putih menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan untuk ditekuni. Cara budidaya kakap putih yang tergolong sederhana dengan memperhatikan beberapa hal yang dapat menunjang keberhasilan budidaya kakap putih tanpa proses yang rumit. Ikan kakap putih merupakan salah satu biota laut yang cukup banyak peminatnya. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat, ikan kakap putih juga memberikan potensi keuntungan yang lebih besar bagi mereka yang berkecimpung pada budidaya ikan. Berikut ini merupakan cara budidaya kakap putih yang perlu Anda tahu. 1. Pemilihan Lokasi Salah satu cara budidaya kakap putih yaitu memilih lokasi yang tepat dan sesuai dengan habitat kakap putih. Budidaya kakap putih biasa berlokasi di tambak yang bebas dari banjir dan pencemaran limbah entah itu dari sampah rumah tangga hingga limbah pabrik yang dapat mengganggu pertumbuhan kakap putih. Ikan kakap putih sangat cocok berada di tambak yang memiliki dasar tanah liat. 2. Mempersiapkan kondisi tambak Pada budidaya kakap putih kondisi tambak juga harus dipersiapkan guna menunjang pertumbuhan kakap dengan hasil yang diinginkan. Dengan mengatur tingkat salinitas, suhu hingga pH pada air sesuai dengan yang diharapkan. Cara yang digunakan yaitu dengan proses pengeringan, pengapuran dasar agar pH tanah stabil dan pemupukan. Selain air yang diperhatikan, konstruksi tambak juga harus diperhatikan. Petakan tambak harus dalam keadaan yang kuat sehingga mampu menampung ikan kakap putih sampai tahap panen sekitar 6 sampai dengan 1 bulan. Maksimal besar petakan pada tambak yaitu meter dengan kedalaman 1 sampai 1,5 meter. 3. Mempersiapkan Benih Memilih benih yang bermutu baik merupakan salah satu cara budidaya kakap putih yang harus Anda lakukan. Dengan memilih bibit yang baik dapat meminimalisir kerugian yang disebabkan benih yang cacat. Pemilihan benih ikan kakap putih yang unggul sebelum ditebarkan dapat dilihat dari fisik dan memiliki respon yang cepat. Dari ciri-ciri di atas dapat menunjukkan bahwa benih ikan kakap dalam keadaan yang sehat. Ukuran yang siap dijadikan benih ikan kakap putih yaitu yang berukuran 2 sampai dengan 4 cm. Sebelum benih dimasukkan pada tambak, terlebih dahulu didiamkan di keramba apung untuk beradaptasi minimal 60 hari hingga mencapai ukuran 5-10 cm dan siap dilepaskan di tambak sampai siap dipanen. 4. Pemberian Pakan Pemberian pakan untuk kakap putih yaitu dengan memberikan ikan segar dengan protein yang tinggi. Selain menggunakan ikan segar, kakap putih dapat diberikan pakan berupa pellet. Pemberian pakan kakap putih juga harus diperhatikan berdasarkan umur, memberikan pakan cukup pada satu titik tertentu dan diberikan sedikit demi sedikit. Memberikan pakan kakap putih harus teratur dan sehari 2 kali yaitu pagi dan sore. 5. Pemeliharaan Pemeliharaan kakap putih harus selalu dipantau sesuai dengan kebutuhan. Pastikan air dalam keadaan segar dan ganti air 10 % dari total volume tambak setiap hari. Jangan sampai air pada tambak terlalu keruh atau sebaliknya, hal ini akan berpengaruh pada nafsu makan kakak putih. 6. Penanganan Penyakit Penanganan penyakit merupakan salah satu pencegahan Anda untuk mengalami kerugian. Dengan meminimalisir kakap putih terserang penyakit Anda harus mampu memahami gerak-gerik dan gejala yang ditunjukkan oleh ikan. Salah satu gejala yang ditunjukkan yaitu menurunnya nafsu makan, tubuh ikan kakap pucat dan lendir yang dihasilkan meningkat. Hal ini dapat dicegah dengan penanganan awal yaitu melakukan perendaman ikan dalam air tawar maksimal 15 menit atau Anda dapat menggunakan formalin kurang lebih 30 menit. 7. Masa Panen Masa panen yang dibutuhkan untuk ikan kakap putih yaitu 5 sampai dengan 7 bulan. Namun ukuran kakap putih yang sudah siap panen dapat disesuaikan dengan ukuran yang menjadi permintaan pasar umumnya 0,5 kg sampai dengan 0,75 kg per ekor. Demikian informasi untuk Anda tentang cara budidaya kakap putih. Semoga dengan artikel di atas dapat menambah wawasan bagi Anda yang sudah menjalankan bisnis budidaya kakap putih atau untuk Anda yang baru saja akan terjun pada bisnis budidaya kakap putih. Semoga informasi yang telah disajikan dapat menambah pengetahuan bagi Anda semua. Terima kasih.
KkpKementerian Kelautan Dan Perikanan Jual Bibit Ikan Kakap Putih Jakarta Utara Cv Kaputi Lestari Tokopedia Beternak Ikan Kakap Pantang Gagal Pdf Pembenihan Dan Pembesaran Ikan Kakap Putih Lates Rincian Biaya Modal Usaha Ternak Ikan Kakap Dan Cara Pembenihan Budidaya Ikan Kakap Putih Alam Ikan Metode Pembesaran Terbaru Budidaya Kakap Putih Cara Budidaya Ikan Kakap [] .
  • 2ueows0tpa.pages.dev/261
  • 2ueows0tpa.pages.dev/26
  • 2ueows0tpa.pages.dev/393
  • 2ueows0tpa.pages.dev/229
  • 2ueows0tpa.pages.dev/99
  • 2ueows0tpa.pages.dev/353
  • 2ueows0tpa.pages.dev/177
  • 2ueows0tpa.pages.dev/187
  • 2ueows0tpa.pages.dev/232
  • cara budidaya ikan kakap putih di air tawar